HAR Personal Notes

Tuesday, February 08, 2005

[Thought] KOTORnya!! Masjid Istiqlal

Ahad, 6 Feb. 2005 siang, setelah pulang dari Glodok untuk membeli beberapa perlengkapan komputer dan game PS2, saya niatkan untuk sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal. Masjid yang konon terbesar di Asia Tenggara. Masjid "maskot" andalan Ibukota negara ini.

Alangkah terkejutnya saya, begitu memasuki pintu gerbang Masjid yang megah ini, terlihat ceceran sampah bertebaran dimana-mana, ada kantong plastik, kulit pisang, kemasan air mineral, nasi, sisa gado-gado, kertas koran, tumpahan air, dll. Mulai dari pintu gerbang, halaman masjid dan tempat parkir berubah menjadi seperti Tempat Pembuangan Sampah. Sayang sekali saya tidak membawa Camera Digital untuk mengabadikan seberapa parahnya kondisi halaman masjid saat itu, sekaligus menggambarkan seberapa "Bobrok-nya" disiplin orang-orang yang baru saja menempati tempat tersebut. Seandainya hanya 2-3 sisa bungkus permen, masih bisa saya ambil untuk dibuang ditempat sampah yang sebenarnya. Tetapi saya pikir 2 gerobak sampahpun tidak akan cukup, perlu 2 truk sampah dan puluhan petugas kebersihan!!

Saya bertanya kepada petugas parkir : "Pak, abis ada acara apaan? Keliatannya abis rame-rame?". Jawab petugas: "Ooo...abis ada acara Zikir Akbar mas"
Ternyata hari Ahad, 6 Feb. 2005 itu, sejak jam 08:00 - 12:00 diadakan acara "Dzikir Akbar 1 Muharram" bersama Ustadz Muhammad Arifin Ilham yang kondang itu.

Saya tidak habis pikir, apa yang ada dibenak para pembuang sampah itu? apa yang ada dipikiran orang-orang yang diberi ijin berjualan di area masjid?
Tega-teganya mereka mengotori Masjid. Ya benar, saya katakan MENGOTORI MASJID!!!
Apakah halaman dan pintu gerbang bukan termasuk masjid?
Anda pasti bisa merasakan bagaimana image orang asing apabila memasuki Bandara Sukarno-Hatta yang merupakan pintu gerbang negara kita ini, dan melihat sampah seperti yang terjadi di Masjid Istiqlal itu. Pasti imagenya akan negatif bukan?
Siapa yang salah?
Orang yang berbelanja-kah?
Orang yang berjualan-kah? (kalau 'gak' boleh jualan disana nanti mereka demo, nanti dibilang menindas rakyat kecil)
Ust. M. Arifin Ilham-kah? (yang telah menarik banyak orang untuk berdatangan ke Masjid)
Pengelola/DKM-kah? (yang tidak tegas menindak dan men-disiplinkan pengunjung)
Panitia acara Dzikir Akbar-kah? (yang tidak bisa mengantisipasi akan ada kejadian luar biasa itu)
Atau memang sudah biasa terjadi seperti itu, manakala ada acara pengajian, dzikir atau ceramah, masjid Istiqlal pasti akan dikotori dengan sampah yang berserakan dimana-mana.
Kalau tidak percaya, saya persilahkan datang pada acara pengajian berikutnya di masjid Istiqlal. Kecuali DKM sudah berfungsi optimal, orang yang berjualan sudah tertib, pembeli dan pengunjung sudah sadar akan pentingnya kebersihan.

Inilah 'PR' kita bersama untuk meningkatkan kualitas disiplin penduduk negeri ini, tidak usah menunggu generasi mendatang, mulailah dari sekarang seperti yang sering dikatakan oleh Aa' Gym. Tetapi memang susah mengajar disiplin orang yang sudah 'beubeul' tanpa diberi 'punishment', lebih gampang menanamkan disiplin kepada anak-anak kita yang masih sekolah.
Untuk mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik, mulailah menanamkan disiplin dari lingkungan rumah dan sekolah kepada anak-anak kita. Pengajaran yang baik adalah dengan memberikan contoh/teladan secara langsung.

Itu baru dipintu gerbang, masuk kedalam .....Hhhhhhh....saya 'enggak' bisa berkomentar lagi deh. Nanti dikira menjelek-jelekan masjid sendiri. Nanti ada yang bilang: "Kalo anda bisa, coba anda urus masjid ini !!"

Selesai sholat saya keluar, tepat didepan saya terlihat Gereja Kathedral. Rapih, tertib dan bersih sekali. Padahal pintu gerbang kedua tempat beribadah ini hanya dipisahkan oleh sebuah jalan yang lebarnya tidak lebih dari 20 meter.

Mengapa bisa berbeda?

Menurut saya, yang pertama harus dibenahi adalah 'management'-nya, 'system pengelolaan'-nya. Harus dibuat agar memaksa pengunjung untuk berdisiplin. Saat ini, pengunjung dan orang-orang yang berjualan disana tidak takut membuang sampah di masjid.

Mohon maaf, Ustadz M. Arifin Ilham......Aa' Gym......tolong sekali lagi ajarkan kepada umat ini agar bisa berdisiplin dan menjaga kebersihan, tolong adakan inspeksi di halaman masjid setelah pengajian selesai dan lakukan pengarahan dan pembinaan kepada pengelola masjid. Saya tidak mempunyai 'power' untuk melakukan hal itu. Omongan saya di halaman masjid pasti tidak akan didengar oleh mereka.

Masjid Istiqlal Jakarta, 6 Feb. 2005
Hardiyanto

Monday, February 07, 2005

[Health] Penyebab terjadinya Pingsan

Pernah gak anda merasa seperti akan pingsan?
Silahkan baca artikel yang saya kutip di bawah ini.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang penyebab-penyebab pingsan.

-Hardiyanto-


--------------
Source: "Terapi", Majalah Intisari No. 402/Desember 1996

Pernahkah saat Anda berdiri mengikuti upacara di lapangan atau sedang menghadiri resepsi resmi, mendadak terasa jantung berdebar-debar, degupnya jantung kencang, disusul kepala serasa ringan serta badan lemas, keringat dingin, pandangan berkunang-kunang dan akhirnya gelap lalu jatuh pingsan!
Penyebab kejadian seperti itu bisa saja karena jantung kita kurang beres, tapi bisa juga karena faktor luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun faktor risiko penyakit jantung dan usia relatif masih muda.

Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung (sinkop non-kardik) menurut para ahli, lebih disebabkan karena terkena hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak kesepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.
Salah satu pencerminan hipersensitivitas vagus dikenal sebagai sinkop vasovagal (berkaitan dengan pembuluh darah dan nervus vagus) dan vasodepresif. Ini terjadi karena timbulnya ketidakseimbangan refleks saraf otonom dalam bereaksi terhadap posisi berdiri yang berkepanjangan. Berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi, hal ini menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah ke jantung serta tekanan darah sistoliknya menurun. Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks kompensasi normal, berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung, dengan tujuan mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.
Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi ini justru mengaktifkan reseptor mekanik yang ada pada dinding bilik jantung kiri sehingga timbul refleks yang dinamakan refleks Bezold-Jarisch (sesuai nama penemunya). Efeknya, frekuensi detak jantung berbalik menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan kemudian terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu. Di sinilah sinkop terjadi.

Namun untuk menentukan diagnosis, pada umumnya dokter menganjurkan pemeriksaan tilt test, di mana hasil tes dapat digunakan sebagai acuan pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan.
Mencegah pingsanUntuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya baru terasa berdebar-debar, coba sedikit gerak-gerakkan tungkai atau kaki, sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Misalnya kalau sedang berada dalam suatu upacara perhatikanlah peserta lain di depan kita satu per satu, mengingat-ingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami, menggumamkan lagu kesayangan atau lagu mars pembangkit semangat Anda.
Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi malah mulai mengeluarkan keringat dingin ditambah kepala terasa melayang, apa boleh buat! Lebih baik Anda langsung jongkok, duduk, atau mundur mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali. Apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.

Sebaliknya, kalau kita harus menolong orang yang pingsan, menurut Panduan Kesehatan Keluarga, 1996 (Yayasan Essentia Medica) sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini. Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan.

Bila penderita berada di kursi, dorong kepala ke bawah serendah mungkin di antara kedua lutut. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar. Panggil dokter terdekat atau ambulans bila tidak kunjung sadar.
Karena kerah baju ketatHipersensitivitas vagus dapat juga berupa sinkop sinus karotis, yakni jatuh pingsan bukan dicetuskan oleh sikap berdiri yang lama tetapi saat menoleh mendadak. Ini bisa terjadi bila penderita mengenakan baju berkerah tinggi terlalu ketat, sehingga gerakan kepala menyebabkan penekanan pada sinus karotis yang terletak pada leher samping agak ke depan. Hal ini bisa mengakibatkan detak jantung melambat dan menimbulkan sinkop.
Jika dilakukan pemeriksaan elektro-fisiologi (pemeriksaan aktivitas listrik jantung) pada penderita, umumnya terlihat fungsi listrik jantung bekerja dalam batas normal. Hanya saja adanya manipulasi ringan berupa penekanan leher di daerah sinus karotis tadi tampak berupa garis datar pada layar monitor. Artinya, terjadi gangguan aktivitas atau hantaran listrik saat dilakukan manipulasi tadi.
Untuk mencegah jangan sampai mengalami hal tersebut, hindari penggunaan kerah baju yang terlalu ketat dan jangan memijat daerah leher atau hal lain lagi yang menyebabkan tekanan pada sinus karotis.

Penampilan lain lagi yang langka dari hipersensitivitas vagus adalah paroxysmal sinus arrest. Di sini sumber listrik utama jantung adakalanya mengalami penghentian (pause) selama 6 - 23 detik tanpa adanya faktor pencetus yang jelas. Kejadian ini bisa saat tidur maupun saat aktif, siang atau malam, dengan akibat hampir pingsan atau pingsan (presinkop atau sinkop). Di sini hasil pemeriksaan dengan elektrofisiologi terhadap sumber listrik jantung pun menunjukkan normal, tapi pada umumnya pengobatan diarahkan pada penggunaan alat pacu jantung permanen yang ditanamkan di bawah kulit dada penderita.
Untuk mencegah terjadinya sinkop yang bukan karena kelainan jantung tadi, antara lain dengan berolahraga seperti joging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai.
Kalau sinkop jelas disebabkan oleh kelainan jantung tentu Anda diajurkan berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan lebih saksama dan pengobatan yang lebih tepat.
(dr. Hary Utomo Muhammad, DSJP, Jakarta)

[Health] Tips Mendapatkan Betis Kuat dan Indah

Publikasi: 27/01/2005 10:53 WIB
Source: www.eramuslim.com

eramuslim - Betis kuat, ternyata tidak harus melulu dihiasai dengan guratan urat-urat di permukaan kulit. Dengan cara latihan yang benar, otot betis tidak hanya mampu menampilkan penampilan betis menjadi lebih indah dan berisi, tapi juga menghindari pergelangan kaki dari terkilir.
Bagi olahragawan yang berkecimpung di bidang atletik, mereka sangat mahfum dengan manfaat otot betis. Selain memperbaiki kemampuan kecepatan melangkah dan melompat. Juga, mampu membentuk betis lebih baik sehingga tidak terlihat seperti kaki ayam.

Sebelumnya, orang-orang yang ingin memiliki betis indah dan kuat kerap melakukan latihan calf raises di mesin latihan, berdiri di atas ujung jari kaki dengan mengangkat beban seberat 200 kg di bahu. Mereka lupa, bahwa betis kita dirancang bukan untuk mendorong dan menahan beban. Tapi, justru dirancang untuk mendorong dan menahan beban tubuh sendiri.
Padahal, ada latihan yang lebih baik dan efektif, yaitu dengan menggunakan tanjakan. Latihan sederhana ini memang sesuai dan cocok untuk diterima otot betis yang lebih kecil daripada otot paha.

"Semua gerakan menanjak yang memaksa anda bergerak menggunakan ujung jari kaki anda akan menumbuhkan otot pada betis anda," kata Jack Daniels Ph.D, seorang psikolog dan pelatih lari di SUNY Cortland College di New York.
Menurut Daniels, sebaiknya masukkan bukit dan tanjakan dalam rute jogging mingguan. Selain membakar lemak, berlari di atas tanjakan juga membantu para bodybuilder menjadi iri melihat betis anda yang indah dan kuat.
Kalau malas berlari di alam terbuka dan mempunyai treadmill di rumah itu pun sudah memadai. Hanya saja, setelan di treadmill harus dirubah. Pasang elevansinya ke sekitar 20 persen dan lari secepat 9 km/jam selama 30 detik, setelah itu istirahat selama 30 sampai 60 detik.
"Pastikan saja bahwa anda berlari di atas ujung jari kaki anda pada setiap langkah yang anda ambil," nasehat Daniels. "Dan, jangan lari dengan kaki anda datar dengan lantai."
Tetaplah berlari selama 5 menit, lalu coba tingkatkan durasinya ke 10 menit untuk memperkuat betis dan meregangkan otot achilles di ujung kaki.

Kalau berlari menanjak menjadi mudah, lelahkan dulu betis dengan cara 'high knee raises' lari di tempat hanya dengan menggunakan ujung jari kaki. Cara ini memang sangat mudah, tapi sungguh menyiksa bagi yang belum terbiasa.
Lalu, angkat lutut setinggi-tingginya dalamsetiap langkah yang diambil dan jangan sampai ujung tumit menyentuh lantai. Lakukan cara ini selama 30 detik dan istirahat selama 5 sampai 10 menit.
"Dan kalau anda ingin tetap mampu berjalan keesokan harinya, jangan lupa melakukan peregangan setelah latihan selesai," ujar Daniels memberi saran. (to/menshealth)

Sunday, February 06, 2005

[My Pics] Dinner at Nikko Hotel KL


Six Sigma Black Belt gathering at Nikko Hotel, KL, Malaysia
Antonius Arif Dwi Widodo (Right), M. Ferry Rosadi (Left)

[My Pics] at KLIA


Har at KLIA after Asia Region - Six Sigma Black Belt Contest